taman baca
Sabtu, 06 Desember 2014
Rabu, 26 November 2014
ipteks dan seni
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni ketiga istilah ini
sangat beraitan erat dan
sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Tanpa ilmu tidak akan lahir
teknologi, tanpa teknologi ilmu sulit berkembang pesat, baik ilmu maupun
teknologi memerlukan sentuhan seni dalam pengembanganya. Ilmu pengetahuan
digunakan untuk mengetahui “apa”, sedangkan teknologi digunakan untuk
mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan, dan
teknologi sebagai seni yang saling berinteraksi dengan ilmu pengetahuan.
Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan. Teknologi juga dapat
melahirkan ilmu pengetahuan baru. Manusia
yang diciptakan bentuk dan wujud yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk
lainya, kelebihan yang
dimiliki manusia diantaranya mampu mengembangkan akal pikiranya, menyebabkan
manusia mengembangkan intelektualnya sehingga melahirkan perkembangan ilmu dan
teknologi yang pesat.
Dengan akal pikiranya manusia
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang diinginkanya. Ilmu
adalah himpunan fakta serta aturan yang menyatakan hubungan satu dengan yang
lainya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan bahasa
yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali dan dimengerti untuk dikomunikasi.
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan
menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat diperiksa dan ditelaah kritis oleh setiap orang yang
ingin mengetahuinya. Sedangkan teknologi adalah penerapan praktis dari ilmu.
Ilmu dan teknologi saling membutuhkan, jadi tujuan dari ilmu dan teknologi
adalah untuk memecahkan masalah-maslah praktis serta untuk mengatasi semua
kesulitan yang dihadapi manusia. Manusia
dalam kehidupan sehari-hari tidak
akan lepas dari ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, karena apa yang dipakai
manusia, misalnya baju, perkakas rumah, alat-alat elektronik adalah hasi
pengemangan ilmu yang melahirkan teknologi yang didalamya bersentuhan dengan
nilai-nilai keindahan (seni). Dengan demikian, manusia lahir, hidup dan
dibesarkan bersinergi dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
B.
Rumusan
Masalah
Penulis
dalam makalah ini merumuskan masalah
1.
Apa definisi IPTEK
dan Seni ?
2.
Bagaimana sejarah IPTEK
dan Seni ?
3.
Bagaimana pandangan
islam tantang IPTEK dan seni ?
4.
Bagaimana Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Akibat
Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam ?
5.
Bagaimana tanggung
jawab orang yang beriman terhadap perkembangan IPTEK dan seni dalam islam ?
C.
Tujuan
Penulisan
Penulis
dalam makalah ini memiliki tujuan
1.
Mengetahui definisi
dari IPTEK dan seni.
2.
Mengetahui sejarah IPTEK
dan Seni.
3.
Mengetahui
pandangan islam tentang IPTEK dan seni.
4.
Mengetahui Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Akibat
Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam.
5.
Mengetahui tanggung
jawab orang yang beriman terhadap perkembangan IPTK dan seni dalam islam.
D.
Manfaat
Penelitian
Penulisan
makalah ini diharapkan dapat bermanfaat baik bagi penulis pribadi maupun
pembaca pada umumnya yaitu bertambahnya
wawasan dalam hal agama islam.
E.
Metode
Penelitian
Penulis
dalam memperoleh data untuk penulisan makalah ini menggunakan metode studi
kepustakaan yaitu membaca buku–buku diperpustakaan dan mengakses dari internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
IPTEK dan Seni
IPTEK adalah
kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sementara itu ilmu sendiri bermakna
pengetahuan yang sudah diorganisasi atau diklasifikasikan yang menghasilkan sebuah kebenaran karena telah
teruji secara ilmiah (International Webster’s Dictionary
dalam Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK, Tahun 2003). Secara etimologis, kata ilmu bermakna kejelasan atau makna
yang sebenarnya. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang sebanyak 854 kali dalam Al-qur’an. Kata ini digunakan dalam
arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan (Quraish Shihab,
1996). Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan
tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah
(scientific method).Setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang
kajian. Oleh sebab
itu, seseorang yang memperdalam ilmu-ilmu tertentu disebut sebagai
spesialis.Dari sudut pandang filsafat, ilmu lebih khusus dibandingkan dengan
pengetahuan.
Selanjutnya adalah Teknologi yang mempunyai arti pengetahuan
dan keterampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan
dalam kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi merupakan sesuatu yang tak bisa terpisahkan
dari kehidupan manusia yang serba modern ini. Seperti yang telah kita
ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan bermasyarakat, baik dari
kalangan atas maupun dari kalangan bawah.Dimana upaya tersebut merupakan cara
atau jalan di dalam mewujudkan
kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang
tidak dapat dipisahkan satu sama lain
karena saling berkaitan dalam kehidupan
manusia.
Selanjutnya adalah seni. Seni berasal dari bahasa sanskerta yaitu sani yang berarti pemujaan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara
keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari
bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar
biasa yang dibawa sejak lahir. Seiring dengan perubahan waktu,
banyak definisi dari seni yang diungkapkan oleh beberapa ahli, yaitu:
1. Everyman
Encyklopedia
Menurut Everyman Encyklopedia, seni
adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan
pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan
spiritual.
2. Ensiklopedi
Indonesia
Di dalam Ensiklopedia Indonesia
dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang
senang melihat atau mendengarkannya.
3. Ki Hajar
Dewantara
Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni
adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat
indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.
4. Akhdiat
Karta Miharja
Akhdiat Karta Miharja berpendapat,
seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu
karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman
tertentu dalam alam rohani.
5. Prof.
Drs. Suwaji Bastomi
Hal senada diungkapkan oleh Prof.
Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis
yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa
takjub dan haru.
6. Drs.
Sudarmaji
Drs. Sudarmaji berpendapat, seni
adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media
garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.
Kesimpulan dari pendapat diatas,
seni adalah aktivitas jiwa dan raga manusia yang dituangkan dalam bentuk karya
yang dapat membangkitkan perasaan orang yang menikmatinya.
2.2 Sejarah
Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
Perkembangan teknologi
yang canggih saat ini tidaklah terjadi dalam waktu singkat, begitu pula nilai
seni yang
mengikutinya. Perkembangan teknologi diperoleh berdasarkan pengembangan ilmu
pengetahuan yang telah ada, sehingga diterapkan membentuk sebuah teknologi.
Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang secara bertahap sesuai dengan
perkembangan dari zaman ke zaman.
1. Zaman Purba
Zaman purba sering disebut juga zaman batu. Zaman
batu terjadi sekitar 4. 000.000 tahun sebelum masehi sampai sekitar
20.000/10.000 tahun sebelum masehi. Meskipun ukuran tahun tersebut merupakan
kira-kira untuk memberikan ancar-ancar dasar pemikiran karena tidak ada batasan
waktu yang cukup tajam. Tetapi
pada zaman ini telah ditemukan alat-alat dari batu dan tulang, tulang belulang
hewan, sisa-sisa dari beberapa tanaman, gambar dalam gua-gua, tempat-tempat
penguburan, dan tulang belulang manusia purba. Dengan munculnya
kemampuan menulis dan berhitung sehingga peristiwa akan segera dicatat,
sehingga kesalahan dapat diperkecil. Dengan adanya tulisan ilmu pengetahuan dan
perkembangan teknologi yang telah dialami pada suatu zaman dapat disampaikan
oeh generasi ke generasi . Sebab tulisan itulah,
perkembangan yang dicapai dalam waktu 10.000 tahun sangat besar setelah zaman
batu, sebagai bukti terjelmanya kerajaan Mesir, Sumeria, Babylon juga kerajaan
di India dan Cina.
2. Zaman Yunani
Romawi
a.
Masa 600 sebelum Masehi sampai 200 sesudah masehi
Pada
masa ini disebut dengan zaman Yunani. Zaman Yunani telah memberikan corak baru
pada perkembangan ilmu pengetahuan yang mendasar sehingga Bangsa Yunani mampu
merdeka serta mempunyai kerajaan-kerajaan sendiri. Bangsa yunani memiliki sikap
receptive attitude yang memyebabkan
perubahan yang sangat besar. Perubahan yang besar itulah yang dianggap sebagai
dasar dalam ilmu pengetahuan modern. Perubahan tersebut tergambarkan pada sikap
dan jiwa bangsa Yunani tidak dapat menerima pengalaman-pengalaman secara pasif-reseptif. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman
Yunani dapat dilihat pada para tokoh yang telah berhasil meletakan landasan
dasar pemikiran ilmu pengetahuan saat
ini. Tokoh fisafat pada zaman Yunani seperti Thales (624-548), Pythagoras
(580-500 BC) berhasil menemukan hukum
dan dalil Pythagoras. Socrates (470-339) telah mencari dengan metode kebidanan. Plato (427-347)
memiliki kesempurnaan ide dan kepastian matematis yang memunculkan matematika
menjadi pelajaran wajib dalam pendidikan, sehingga orang yang tidak mempelajari
matematika tidak diterima. Aristoleles (348-322), merupakan tokoh yang pertama
kali menuliskan semua karyanya dalam sebuah buku, misal buku ilmu pengetahuan
seperti, logika, biologi dan metafisika. Eukleides berhasil menyumbang
penyusunan ilmu ukur bidang datar. Apollonius (265- 190) mempelajari potongan
kerucut bidang datar. Achimendes (287-212) telah mempelajari soal-soal
matematika, fisika, kimia serta menerapkan penemuan dalam usaha menemukan
alat-alat. Aristarcus (310-230) menerangkan bahwa, bumi itu berbentuk bulat dan
berputar sendiri mengelilingi matahari. Muncullah tokoh yang menentang atau
menolak pandangan Aristarcus yaitu pandangan heliosentris dengan memperkuat
pandangan geosentris.
b. Zaman
Kekuasaan Romawi
Pada zaman kekuasaan Romawi, ilmu pengetahuan
tidaklah maju dengan pesat. Meskipun dalam bidang politik, perdagangan,
militer, pelayaran, jalan raya, dan hukum sangat maju. Lambatnya perkembangan
ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan hanya berpegang pada karya-karya Aristoteles, tanpa
mengadakan banyak perubahan. Keadaan seperti ini telah dikenal dengan sebutan
Eropa masuk dalam kegelapan. Bahkan pada abad pertengahan yang terjadi antara
500 hingga awal 1500 bidang kehidupan mengalami kemacetan dan kemunduran. Akhirnya
hingga pada abad pertengahan antara abad ke-11 awal abad 15, perkembangan ilmu
pengetahuan lebih cerah dibanding dalam keadaan sebelumnya. Perkembangan ilmu
pengetahuan terjadi khususnya setelah peristiwa perang salib, ilmu pengetahuan
dari dunia islam masuk ke Eropa. Dunia
islam bukan hanya mewarisi ilmu pengetahuan dari filsafat Yunani, tetapi juga
mampu mempertahankan dan mengembangkan didunia arab tanpa pengaruh dunia
Yunani. Sebagai contoh Battani (928) dan Biruni (937-1048) mengadakan sejumlah
koreksi terhadap sejumlah pandangan ptolameios antara lain tentang garis edar
bumi, harga terhadap tahap-tahap pergantian siang dan malam. Al Razi (850-925)
berhasil membedakan campak dari cacar dan juga Al Razi dalam percobaan kimianya
telah menghasilkan proses penyulingan, pendinginan, pelarutan, kristalisasi,
penguapan, dan perembesan.
Tokoh Islam lainya yaitu Ibnu Khosraw dan Al Kazini
yang menentukan berat jenis berbagai macam logam. Ibnu Haitham (965-1039) sudah
dapat membuat cermin cekung dan cermin cembung, untuk mempelajari sifat-sifat
pembiasan cahaya.
Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan di dunia Islam
dari tokoh-tokoh Islam diatas dan tokoh Islam yang lainnya, akhirnya masuk ke
Eropa. Masuknya ilmu pengetahuan ke Eropa setelah perang salib menjadikan bahan
bakar baru bangsa Eropa.
3. Zaman Modern
a. Zaman
Renaissance
Pada zaman modern tahap renaissance ilmu pengetahuan
berkembang pesat. Sebagai gambaran berkembangannya ilmu pengetahuan pada zaman
ini, yaitu dengan munculnya tokoh Roger Bacon (1214-1294) dengan pendapatnya
bahwa, pengalaman menjadi landasan utama untuk permulaan dan merupakan ujian
terakhir bagi semua pengetahuan serta ilmu pengetahuan. Sejak saat itu
matematika menjadi syarat mutlak, untuk mengolah semua ilmu pengetahuan. Muncul
juga tokoh yang berasal dari Italia, merupakan ahli aljabar yaitu Leonardo Pisa
(1170). Leonardo pisa telah mengadakan penyelidikan yang akhirnya ia menemukan
tiga akar dari persamaan pangkat tiga. Tokoh yang lain yaitu Copernicus
(1473-1543), menolak pendapat Hipparchus (161-126) dan ptolemaios yang telah
menentang pendapat Aristarchus (310-230 BC). Copernicus pada waktu itu
berpendapat bahwa bumi dan planet-planet semua mengelilingi matahari, matahari
menjadi pusat peredaran (Heliosentris). Perkembangan
ilmu pengetahuan juga Nampak dengan munculnya tokoh pada zaman ini seperti
Copernicus, Galileo, dan Johanes Keppler yang telah berhasil memunculkan
karyanya berupa aastronomi, ilmu alam, dan matematika. Sedangkan pada tahun
1596-1650 seorang tokoh yang terkenal dengan ucapanya Cogito ergo sum (oleh
karena saya tahu saya berfikir, maka saya ada), yaitu Rene Descrates. Pada
zaman itu juga ditemukan projective
geometry oleh Desarque (1662). Sedangkan Fermat (1601-1665) dan Descrates
(1596-1650), mengembangkan orthologonal
system.
b. Abad
ke- 17 sampai 18
Awal perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ini
menurut john locke mengatakan bahwa, mula-mula rasio manusia harus dianggap as
a white paper dan seluruh isinya berasal dari pengalaman. Di prancis tokoh filsuf
negarawan Montesqieu (1748). Memunculkan
ide yang menyebabkan ia terkenal, hingga saat ini dengan suasana undang-undang
dan Trias politika yang dikemukakanya. Selanjutnya 14 tahun kemudian pada tahun
1762, JJ Rousseau telah menguraikan pemikiran-pemikiran tentang pendidikan.
Pemikiran-pemikiran pendidikan itulah ia terkenal sebagai ahli politik dan sosial.
Salah satu pemikirannya yaitu ia tuangkan dalam
bukunya Contrak Social, menguraikan bahwa negara itu merupakan kontak sosial,
berupa persetujuan yang dilakukan individu untuk memungkinlah hidup bersama
secara damai. Pada
tahun 1687 Isaac Newton telah menghasilkan banyak karya diantaranya adalah
tentang teori grafitasi, perhitungan calcius, dan optika. Perhitungan calcius
juga diikuti oleh Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) namun, terdapat
perbedaan pada penyusunan notasinya. Ahli kimia dalam abad 17 dan 18 ini telah
berhasil menemukan CO2 yaitu Joseph
Black. Hingga muncul setelahnya Joseph Priestley (1733-1804), menemukan
sembilan hawa NO dan Oksigen dalam tanaman. Muncul juga pada abad ini, penemu
dalam bidang logika seperti, Heminton, Morgan, dan George Boole.
c.
Abad ke-19 hingga sekarang
Perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ke-19
ditandai dengan kemajuan industri yang sangat pesat, sehingga sebagai akibatnya
timbullah Revolusi Prancis. Pada abad ini perkembangan industri telah mampu
membawa kemajuan dalam bidang-bidang yang lain dalam kehidupan yang lainnya.
Kemajuanya membawa akibat terhadap kemajuan ekonomi, kesehatan, kesejahteraan,
pendidikan. Pada abad inilah muncul cabang cabang ilmu pengetahuan seperti
ilmu-ilmu sosial yang antara lain sosiologi, ekonomi, sejarah, jurnalistik,
kemanusiaan dan
ilmu-ilmu kemasyarakatan.
2.3 Pandangan
islam tentang IPTEK dan seni
IPTEK dan seni adalah dua hal yang tidak dapat
terpisahkan dari dalam diri seorang manusia karena kedua hal ini selalu hidup
berdampingan dan setiap saat pasti dibutuhkan oleh manusia. Dari tahun ke tahun
perkembangan IPTEK dan seni selalu mengalami perubahan yang amat sangat besar. Perkembangan
IPTEK sendiri merupakan hasil dari segala langkah dan
pemikiran untuk memperluas dan mengembangkan IPTEK. Sedangkan seni sendiri memilki peran utama dalam membangun masyarakat yang
berjiwa kreatif dan inovatif. Dalam hal ini peran agama sangat diperlukan untuk
membuat benteng pertahanan guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Agama yang
dimaksud di sini, adalah agama Islam yaitu agama yang diturunkan oleh Allah SWT
kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur segala hubungan
manusia dengan Penciptanya.
Berbicara tentang IPTEK sangatlah
menarik. Coba lihatlah disekeliling Anda, betapa banyaknya barang-barang yang
dari zaman ke zaman selalu berubah, dari yang tradisional menjadi semakin
modern. Itulah akibat dari kemajuan zaman. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah
yang sangat istimewa kenapa demikian? Karena manusia adalah satu-satunya
makhluk ciptaan Allah yang diberi akal dan pikiran itulah yang menyebabkan
manusia selalu menciptakan sesuatu yang baru. IPTEK sendiri memilki berbagai
manfaat, misalnya saja dalam bidang pendidikan, budaya, ekonomi, politik,
sosial, hukum, dan lain-lain. Namun, selain memilki manfaat IPTEK juga dapat
merugikan bagi si penggunanya. Misalnya saja, internet yang semakin mudah
dijangkau jaringannya. Tak perlu lagi repot-repot pergi ke warnet karena dengan
menggunakan HP saja sudah dapat dengan mudahnya mencari informasi yang diinginkan.
Akan tetapi, banyak yang menyalahgunakannya untuk mengakses situs-situs yang
berbau porno. Apalagi sekarang ini banyak anak-anak yang sudah mahir dalam
menggunakan internet, hal itu dapat membahayakan kondisi jiwa si anak tersebut
kelak jika ia tumbuh dewasa. Allah sangat melarang keras bagi setiap hambaNya
yang berbuat sedemikian rupa karena hal tersebut akan membuat bumerang
tersendiri kedepannya.
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad
adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an
memilki bahasa yang sangat indah, sehingga para sastrawan
arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah berhadapan dengan keindahan
sastranya, keunggulan pola redaksinya, spesifikasi irama, serta alur bahasanya,
hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir. Saat membaca Al-Qur’an kita akan
merasakan atmosfer yang berbeda, apalagi jika kita melantungkan Al-Qur’an
dengan tajwid dan nada tilawah yang benar serasa sejuk dalam hati dan pikiran.
Oleh karena itu, manusia menyukai kesenian sebagai representasi dari
fitrahnya mencintai keindahan. Namun
bagaimana dengan fenomena yang terjadi sekarang yang terang-terangan mempertontonkan gambar-gambar senonoh yang terkadang justru diklaim
sebagai seni oleh sebagian orang semakin marak menjadi konsumsi publik.
Bukan hanya itu saja, sekarang ini banyak musisi yang sering menciptakan
lagu tentang cinta. Jikalau kata-kata dalam nyanyian itu merupakan
perkataan-perkataan yang tidak berguna bahkan menyesatkan manusia dari jalan
Allah, maka haram nyanyian tersebut. Lagu-lagu yang bisa membuat manusia terlena dan mengkhayalkan hal-hal yang
negatif maka lagu tersebut haram hukumnya untuk didengarkan.
Sebenarnya seni itu amatlah sederhana, namun bila diolah dengan perasaan
yang tulus dan pikiran yang positif maka seni tersebut akan sangat indah. Akan tetapi jika seni tersebut terlepas
dari nilai-nilai ketuhanan maka nilai kesenian tersebut tidak akan abadi karena
ukurannya adalah nafsu belaka. Oleh karena itu seni yang seperti itu akan
merusak moral dan pikiran seseorang.
2.3 Keuntungan dan
Kerugian yang Ditimbulkan Akibat Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam
Tak dapat dipungkiri lagi di era globalisasi ini kemajuan
IPTEK dan seni tumbuh dengan pesatnya. Ada keuntungan dan kerugian akibat
adanya IPTEK dan seni dalam islam. Berikut adalah keuntungan dan kerugiannya.
a.
Keuntungan
1. Memberikan
kemakmuran bagi manusia
Dengan
adanya IPTEK dan seni manusia telah menciptakan berbagai penemuan. Misalnya
saja: Teknik modern, teknologi gedung dan
teknologi hutan. Kemudahannya antara
lain: Teknik modern yang diterapkan dalam pembuatan
bendungan. Teknik
hutan, dengan teknik tersebut manusia mampu memanfaatkan hutan secara maksimal.
Adapun hasil penerapannya antara lain: industri kayu lapis, pembuatan
kertas , obyek pariwisata dan sebagainya.
2. Dapat
menciptakan alat-alat yang canggih
Manusia menciptakan
alat-alat yang serba canggih ini memiliki tujuan agar manusia itu lebih efektif
dan efisien dalam mengerjakan pekerjaannya. Sebagai
contoh pembuatan alat pertanian berupa traktor, alat pemotong, alat pengolah
hasil pertanian, dan alat penyemprot hama oleh manusia. Pembuatan alat tersebut
untuk mempermudahkan petani dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam bidang kesehatan antara lain: manusia mampu
menciptakan obat-obat untuk mengatasi berbagai penyakit.
3. Memberantas kebodohan
Dengan adanya IPTEK
dan seni yang semakin maju dari tahun ke tahun, berbagai macam informasi serasa
mudah untuk didapatkan.
b.
Kerugian
1.
Nuklir
Munculnya teknologi nuklir jika disalah
gunakan akan membahayakan manusia. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang
berasal dari bom nuklir serta reaktor-reaktor atom. Disamping akan berefek
langsung juga akan berefek tidak langsung terhadap manusia. Efek tidak langsung
yang diakibatkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia, sehingga akan
merusak sel tubuh. Apabila terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan mutasi
gen yang berakibat kanker. Sebagai contoh meledaknya bom hirosima dan Nagasaki
di jepang telah memporak porandakan Negara tersebut. Korban berjatuhan serta
pengaruh radiasi yang mungkin masih dapat dirasakan.
2. Polusi
Polutan atau sering dikenal dengan
istilah polusi dapat merusak lingkungan. Pencemaran yang berkaitan erat dengan
aktivitas manusia dapat terjadi pada pencemaran udara, pencemaran air,
pencemaran suara, dan pencemaran tanah.
a) Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh
pembakaran pabrik yang tidak sempurna, misal minyak dan batu bara. Bahkan rokok
juga merupakan polutan, baik bagi perokok itu sendiri maupun orang-orang
disekitarnya. Pencemaran udara juga dapat menyebabkan efek rumah kaca yaitu rusaknya lapisan ozon, sehingga jika lapisan ozon telah rusak, maka
sinar ultra violet akan membahayakan manusia. Pencemaran udara bahkan dapat
menyebabkan pemanasan global.
b)
Pencemaran Air
Pencemaran air berasal dari limbah
industri berupa zat kimia, sampah plastik dan yang lainnya. Apabila zat yang
berasal dari bahan kimia tersebut berhasil masuk dalam tubuh manusia, maka akan
membahayakan bagi manusia itu sendiri.
c) Pencemaran
Suara
Pencemaran berupa suara akan mampu
merusak kesehatan manusia. Gangguan yang ditimbulkan oleh suara akan menganggu
sistem pendengaran manusia. Selanjutnya akan merusak sistem yang lainnya misal,
perubahan tekanan darah, denyut nadi , gangguan jantung, dan strees serta gangguan yang lainnya.
3.Pencemaran
Sosial Budaya
Perkembangan teknologi terutama di kota
besar akan berdampak buruk terhadap masyarakat dipedesaan. Dampak yag dapat
ditimbulkan akibat pencemaran sosial budaya akan menjadikan masyarakat desa
menjadi konsumtif, urbanisasi yang tidak terkendali, perubahan gaya hidup,
meningkatnya kriminalitas dan sebagainya.
4. Kloning
Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya
dalam bidang genetika dan biologi telah berhasil menciptakan proses kloning.
Proses rekayasa duplikasi manusia secara sexual dengan klonasi. Tujuannya tidak
lain membentuk anak baru, melalui proses kloning atau tanpa pembuahan dari
laki-laki dan perempuan yang merupakan pasangannya. Munculnya klonasi ini pun
mendapat pertentangan dari pihak agama karena dianggap telah menyalahi kodrat
manusia.
2.4 Tanggung Jawab
Orang yang Beriman Terhadap Perkembangan IPTEK dan Seni dalam Islam
Manusia
diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna karena manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dianugerahi potensi-potensi yang
paling utama yaitu akal yang berfungsi
untuk berfikir dan hasilnya antara lain IPTEK dan seni. Dengan
adanya akal manusia juga dituntut untuk membekali dirinya dengan ilmu. Ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketaqwaan
kepada Allah SWT, akan
mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Allah berjanji dalam firmanNya: “Allah akan mengangkat
derajat orang-orang yang beriman dan berilmu”
(Al-Mujadalah,58:11). Al-Gozali mengatakan
keutamaan orang yang berilmu sebagai berikut : “Barang siapa berilmu, membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang
lain, bagaikan
matahari dan minyak kasturi. Orang yang berilmu itu sangat
dimuliakan Allah, karena itu umat Islam diwajibkan menuntut ilmu sepanjang
hayatnya (Al-Hadits). Orang yang beriman dan berilmu dijamin oleh Allah akan
ditinggikan derajatnya, bahkan tidurnya orang yang berilmu itu lebih utama
daripada ibadahnya orang bodoh. (QS.58:11). Di antara yang lebih berhak untuk
dijadikan sebagai pemimpin adalah mereka yang lebih tinggi ilmunya (Q.S. 2:247). Orang yang berilmu merupakan
salah satu pilar dalam tegaknya kehidupan dunia (Al-Hadits). Orang yang paling
takut kepada Allah adalah orang yang berilmu (Q.S. 35:28). Manusia diangkat
sebagai khalifah Allah adalah karena ilmunya
(Q.S. 2:30-32). Ibadah yang diterima Allah adalah yang dilakukan atas dasar iman dan ilmu yang benar (Al-Hadits). Sejarah menunjukkan bahwa bangsa
yang memimpin peradaban adalah yang
lebih unggul dalam penguasaan dan penerapan IPTEK.
Ada yang mengatakan bahwa orang yang beriman pasti berilmu dan orang yang
berilmu belum tentu beriman, hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya ilmu
bagi orang yang beriman. Seseorang yang beriman memiliki tanggung jawab yang
besar terhadap ilmu yang dimilikinya karena dengan ilmu yang dimilikinya ia
dapat menyalurkan ilmunya pada orang lain yang membutuhkan. Orang yang berilmu
harus mampu mendorong orang awam untuk bisa bersama-sama mencegah terjadinya
kerusakan, baik kerusakan moral maupun lingkungan.
Sementara dalam bidang seni, orang yang beriman memiliki peranan khusus
dalam menjaring karya seni untuk dijadikan sebagai media dakwah karena hal
tersebut berguna sekali dalam menyerukan kebenaran dan menjauhkan diri dari
kerusakan. Berbicara tentang IPTEK dan seni dalam islam tidak
terlepas dari keuntungan dan kerugiannya bagi kehidupan bermasyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
IPTEK adalah proses pencapaian segala sesuatu
yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra sehingga memperoleh
kejelasan yang kemudian diterapkan secara praktis ke dalam pengetahuan yang
objektif.Sementara itu Seni adalah hasil ungkapan akal budi serta ekspresi jiwa
manusia dengan segala prosesnya kemudian membentuknya ke dalam sebuah karya.
Kedua hal ini akan membentuk manusia yang berjiwa adil dan bijaksana terhadap
sesamanya. Dan apabila manusia tersebut memiliki moral yang baik maka dalam
kehidupannya pun akan dapat membentuk kehidupan yang harmonis dan selaras
dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan apabila kedua hal
tersebut melenceng dari nilai-nilai agama maka yang terjadi adalah lepasnya
keimanan dan ketakwaan yang ada dalam diri manusia dan tidak akan memilki
manfaat bagi kehidupannya. Berdasarkan analisis tersebut dapat
disimpulkan bahwa IPTEK dan seni mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan
bermasyarakat terutama dari segi religi.Islam selalu mengajarkan
kebaikan-kebaikan bagi para pemeluknya.
B.
Saran
– saran
Sebagai
seorang muslim hendaknya kita harus memiliki pegangan atau pedoman yang kuat
untuk mengendalikan berbagai macam perubahan-perubahan yang semakin tumbuh
cepat karena hal ini juga akan berpengaruh pada kepribadian hidup manusia.
Selain itu, Allah memberikan petunjuk berupa agama
sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan
ketakwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu dan amarah. Karena pada dasarnya Manusia mendapat
amanah dari Allah sebagai khalifah untuk memelihara alam, agar terjaga
kelestariannya dan potensinya untuk kepentingan umat manusia. Oleh karena itu perlunya keimanan sebagai
pelengkap ilmu dalam penerapannya bukan hanya menghasilkan keuntungan satu sisi
saja.
DAFTAR PUSTAKA
Effendi, R dan Malihah, E. (2007). Pendidikan
Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : CV Yasindo Multi Aspek
dan Value Press .
Tim Sosiologi. (2004). Sosiologi.
Jakarta : Yudhistira.
Ida.R. (2009). Perkembangan Teknologi
Komunikasi.[Online]. Tersedia : http://ft.wisnuwardhana.ac.id
(20 Mei
2010).
International Webster’s Dictionary
dalam Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK, Tahun 2003
Quraish Shihab, 1996
Langganan:
Komentar (Atom)