Rabu, 26 November 2014

ipteks dan seni

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni ketiga istilah ini sangat beraitan erat dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Tanpa ilmu tidak akan lahir teknologi, tanpa teknologi ilmu sulit berkembang pesat, baik ilmu maupun teknologi memerlukan sentuhan seni dalam pengembanganya. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa”, sedangkan teknologi digunakan untuk mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan, dan teknologi sebagai seni yang saling berinteraksi dengan ilmu pengetahuan. Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan. Teknologi juga dapat melahirkan ilmu pengetahuan baru. Manusia yang diciptakan bentuk dan wujud yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lainya, kelebihan yang dimiliki manusia diantaranya mampu mengembangkan akal pikiranya, menyebabkan manusia mengembangkan intelektualnya sehingga melahirkan perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat.
            Dengan akal pikiranya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang diinginkanya. Ilmu adalah himpunan fakta serta aturan yang menyatakan hubungan satu dengan yang lainya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali dan dimengerti untuk dikomunikasi. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat diperiksa  dan ditelaah kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Sedangkan teknologi adalah penerapan praktis dari ilmu. Ilmu dan teknologi saling membutuhkan, jadi tujuan dari ilmu dan teknologi adalah untuk memecahkan masalah-maslah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang dihadapi manusia. Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak akan lepas dari ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, karena apa yang dipakai manusia, misalnya baju, perkakas rumah, alat-alat elektronik adalah hasi pengemangan ilmu yang melahirkan teknologi yang didalamya bersentuhan dengan nilai-nilai keindahan (seni). Dengan demikian, manusia lahir, hidup dan dibesarkan bersinergi dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

B.     Rumusan Masalah
Penulis dalam makalah ini merumuskan masalah
1.      Apa definisi IPTEK dan Seni ?
2.      Bagaimana sejarah IPTEK dan Seni ?
3.      Bagaimana pandangan islam tantang IPTEK dan seni ?
4.      Bagaimana Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Akibat Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam ?
5.      Bagaimana tanggung jawab orang yang beriman terhadap perkembangan IPTEK dan seni dalam islam ?

C.    Tujuan Penulisan
Penulis dalam makalah ini memiliki tujuan
1.      Mengetahui definisi dari IPTEK dan seni.
2.      Mengetahui sejarah IPTEK dan Seni.
3.      Mengetahui pandangan islam tentang IPTEK dan seni.
4.      Mengetahui Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Akibat Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam.
5.      Mengetahui tanggung jawab orang yang beriman terhadap perkembangan IPTK dan seni dalam islam.

D.    Manfaat Penelitian
Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat baik bagi penulis pribadi maupun pembaca pada umumnya yaitu bertambahnya wawasan dalam hal agama islam.

E.     Metode Penelitian
Penulis dalam memperoleh data untuk penulisan makalah ini menggunakan metode studi kepustakaan yaitu membaca buku–buku diperpustakaan dan mengakses dari internet.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi IPTEK dan Seni
   IPTEK adalah kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sementara itu ilmu sendiri bermakna pengetahuan yang sudah diorganisasi atau diklasifikasikan yang  menghasilkan sebuah kebenaran karena telah teruji secara ilmiah (International Webster’s Dictionary dalam Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK, Tahun 2003). Secara etimologis, kata ilmu bermakna kejelasan atau makna yang sebenarnya. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang sebanyak 854 kali dalam Al-qur’an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan (Quraish Shihab, 1996). Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method).Setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Oleh sebab itu, seseorang yang memperdalam ilmu-ilmu tertentu disebut sebagai spesialis.Dari sudut pandang filsafat, ilmu lebih khusus dibandingkan dengan pengetahuan.
Selanjutnya adalah Teknologi yang mempunyai arti pengetahuan dan keterampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi  merupakan sesuatu yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia yang serba modern ini. Seperti yang telah kita ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan bermasyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena saling berkaitan dalam kehidupan manusia.
Selanjutnya adalah seni. Seni berasal dari bahasa sanskerta yaitu sani yang berarti pemujaan.  Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir. Seiring dengan perubahan waktu, banyak definisi dari seni yang diungkapkan oleh beberapa ahli, yaitu:





1.      Everyman Encyklopedia
Menurut Everyman Encyklopedia, seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang, bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.
2.       Ensiklopedi Indonesia
Di dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa seni merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya.
3.      Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara berpendapat, seni adalah perbuatan manusia yang timbul dari hidupnya, perasaan, dan bersifat indah sehingga dapat menggetarkan jiwa perasaan manusia.
4.      Akhdiat Karta Miharja
Akhdiat Karta Miharja berpendapat, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam suatu karya, bentuk, dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani.
5.        Prof. Drs. Suwaji Bastomi
Hal senada diungkapkan oleh Prof. Drs. Suwaji Bastomi bahwa seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru.
6.      Drs. Sudarmaji
Drs. Sudarmaji berpendapat, seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan gelap terang.
Kesimpulan dari pendapat diatas, seni adalah aktivitas jiwa dan raga manusia yang dituangkan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang yang menikmatinya.






  
2.2 Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
Perkembangan teknologi yang canggih saat ini tidaklah terjadi dalam waktu singkat, begitu pula nilai seni yang mengikutinya. Perkembangan teknologi diperoleh berdasarkan pengembangan ilmu pengetahuan yang telah ada, sehingga diterapkan membentuk sebuah teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang secara bertahap sesuai dengan perkembangan dari zaman ke zaman.
1. Zaman Purba
Zaman purba sering disebut juga zaman batu. Zaman batu terjadi sekitar 4. 000.000 tahun sebelum masehi sampai sekitar 20.000/10.000 tahun sebelum masehi. Meskipun ukuran tahun tersebut merupakan kira-kira untuk memberikan ancar-ancar dasar pemikiran karena tidak ada batasan waktu yang cukup tajam. Tetapi pada zaman ini telah ditemukan alat-alat dari batu dan tulang, tulang belulang hewan, sisa-sisa dari beberapa tanaman, gambar dalam gua-gua, tempat-tempat penguburan, dan tulang belulang manusia purba. Dengan munculnya kemampuan menulis dan berhitung sehingga peristiwa akan segera dicatat, sehingga kesalahan dapat diperkecil. Dengan adanya tulisan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang telah dialami pada suatu zaman dapat disampaikan oeh generasi ke generasi . Sebab tulisan itulah, perkembangan yang dicapai dalam waktu 10.000 tahun sangat besar setelah zaman batu, sebagai bukti terjelmanya kerajaan Mesir, Sumeria, Babylon juga kerajaan di India dan Cina.
2.  Zaman Yunani Romawi
a.  Masa 600 sebelum Masehi sampai 200 sesudah masehi
Pada masa ini disebut dengan zaman Yunani. Zaman Yunani telah memberikan corak baru pada perkembangan ilmu pengetahuan yang mendasar sehingga Bangsa Yunani mampu merdeka serta mempunyai kerajaan-kerajaan sendiri. Bangsa yunani memiliki sikap receptive attitude yang memyebabkan perubahan yang sangat besar. Perubahan yang besar itulah yang dianggap sebagai dasar dalam ilmu pengetahuan modern. Perubahan tersebut tergambarkan pada sikap dan jiwa bangsa Yunani tidak dapat menerima pengalaman-pengalaman secara pasif-reseptif.  Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Yunani dapat dilihat pada para tokoh yang telah berhasil meletakan landasan dasar  pemikiran ilmu pengetahuan saat ini. Tokoh fisafat pada zaman Yunani seperti Thales (624-548), Pythagoras (580-500 BC) berhasil menemukan hukum dan dalil Pythagoras. Socrates (470-339) telah mencari dengan metode kebidanan. Plato (427-347) memiliki kesempurnaan ide dan kepastian matematis yang memunculkan matematika menjadi pelajaran wajib dalam pendidikan, sehingga orang yang tidak mempelajari matematika tidak diterima. Aristoleles (348-322), merupakan tokoh yang pertama kali menuliskan semua karyanya dalam sebuah buku, misal buku ilmu pengetahuan seperti, logika, biologi dan metafisika. Eukleides berhasil menyumbang penyusunan ilmu ukur bidang datar. Apollonius (265- 190) mempelajari potongan kerucut bidang datar. Achimendes (287-212) telah mempelajari soal-soal matematika, fisika, kimia serta menerapkan penemuan dalam usaha menemukan alat-alat. Aristarcus (310-230) menerangkan bahwa, bumi itu berbentuk bulat dan berputar sendiri mengelilingi matahari. Muncullah tokoh yang menentang atau menolak pandangan Aristarcus yaitu pandangan heliosentris dengan memperkuat pandangan geosentris.
b.   Zaman Kekuasaan Romawi
Pada zaman kekuasaan Romawi, ilmu pengetahuan tidaklah maju dengan pesat. Meskipun dalam bidang politik, perdagangan, militer, pelayaran, jalan raya, dan hukum sangat maju. Lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan hanya berpegang  pada karya-karya Aristoteles, tanpa mengadakan banyak perubahan. Keadaan seperti ini telah dikenal dengan sebutan Eropa masuk dalam kegelapan. Bahkan pada abad pertengahan yang terjadi antara 500 hingga awal 1500 bidang kehidupan mengalami kemacetan dan kemunduran.  Akhirnya hingga pada abad pertengahan antara abad ke-11 awal abad 15, perkembangan ilmu pengetahuan lebih cerah dibanding dalam keadaan sebelumnya. Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi khususnya setelah peristiwa perang salib, ilmu pengetahuan dari dunia islam masuk ke Eropa. Dunia islam bukan hanya mewarisi ilmu pengetahuan dari filsafat Yunani, tetapi juga mampu mempertahankan dan mengembangkan didunia arab tanpa pengaruh dunia Yunani. Sebagai contoh Battani (928) dan Biruni (937-1048) mengadakan sejumlah koreksi terhadap sejumlah pandangan ptolameios antara lain tentang garis edar bumi, harga terhadap tahap-tahap pergantian siang dan malam. Al Razi (850-925) berhasil membedakan campak dari cacar dan juga Al Razi dalam percobaan kimianya telah menghasilkan proses penyulingan, pendinginan, pelarutan, kristalisasi, penguapan, dan perembesan.
Tokoh Islam lainya yaitu Ibnu Khosraw dan Al Kazini yang menentukan berat jenis berbagai macam logam. Ibnu Haitham (965-1039) sudah dapat membuat cermin cekung dan cermin cembung, untuk mempelajari sifat-sifat pembiasan cahaya.
Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan di dunia Islam dari tokoh-tokoh Islam diatas dan tokoh Islam yang lainnya, akhirnya masuk ke Eropa. Masuknya ilmu pengetahuan ke Eropa setelah perang salib menjadikan bahan bakar baru bangsa Eropa.
3. Zaman Modern
a. Zaman Renaissance
Pada zaman modern tahap renaissance ilmu pengetahuan berkembang pesat. Sebagai gambaran berkembangannya ilmu pengetahuan pada zaman ini, yaitu dengan munculnya tokoh Roger Bacon (1214-1294) dengan pendapatnya bahwa, pengalaman menjadi landasan utama untuk permulaan dan merupakan ujian terakhir bagi semua pengetahuan serta ilmu pengetahuan. Sejak saat itu matematika menjadi syarat mutlak, untuk mengolah semua ilmu pengetahuan. Muncul juga tokoh yang berasal dari Italia, merupakan ahli aljabar yaitu Leonardo Pisa (1170). Leonardo pisa telah mengadakan penyelidikan yang akhirnya ia menemukan tiga akar dari persamaan pangkat tiga. Tokoh yang lain yaitu Copernicus (1473-1543), menolak pendapat Hipparchus (161-126) dan ptolemaios yang telah menentang pendapat Aristarchus (310-230 BC). Copernicus pada waktu itu berpendapat bahwa bumi dan planet-planet semua mengelilingi matahari, matahari menjadi pusat peredaran (Heliosentris).  Perkembangan ilmu pengetahuan juga Nampak dengan munculnya tokoh pada zaman ini seperti Copernicus, Galileo, dan Johanes Keppler yang telah berhasil memunculkan karyanya berupa aastronomi, ilmu alam, dan matematika. Sedangkan pada tahun 1596-1650 seorang tokoh yang terkenal dengan ucapanya Cogito ergo sum (oleh karena saya tahu saya berfikir, maka saya ada), yaitu Rene Descrates. Pada zaman itu juga ditemukan projective geometry oleh Desarque (1662). Sedangkan Fermat (1601-1665) dan Descrates (1596-1650), mengembangkan orthologonal system.
b. Abad ke- 17 sampai 18
Awal perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ini menurut john locke mengatakan bahwa, mula-mula rasio manusia harus dianggap as a white paper dan seluruh isinya berasal dari pengalaman. Di prancis tokoh filsuf negarawan Montesqieu (1748).  Memunculkan ide yang menyebabkan ia terkenal, hingga saat ini dengan suasana undang-undang dan Trias politika yang dikemukakanya. Selanjutnya 14 tahun kemudian pada tahun 1762, JJ Rousseau telah menguraikan pemikiran-pemikiran tentang pendidikan. Pemikiran-pemikiran pendidikan itulah ia terkenal sebagai ahli politik dan  sosial.
Salah satu pemikirannya yaitu ia tuangkan dalam bukunya Contrak Social, menguraikan bahwa negara itu merupakan kontak sosial, berupa persetujuan yang dilakukan individu untuk memungkinlah hidup bersama secara damai. Pada tahun 1687 Isaac Newton telah menghasilkan banyak karya diantaranya adalah tentang teori grafitasi, perhitungan calcius, dan optika. Perhitungan calcius juga diikuti oleh Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) namun, terdapat perbedaan pada penyusunan notasinya. Ahli kimia dalam abad 17 dan 18 ini telah berhasil menemukan CO2  yaitu Joseph Black. Hingga muncul setelahnya Joseph Priestley (1733-1804), menemukan sembilan hawa NO dan Oksigen dalam tanaman. Muncul juga pada abad ini, penemu dalam bidang logika seperti, Heminton, Morgan, dan George Boole.
c.  Abad ke-19 hingga sekarang
Perkembangan ilmu pengetahuan pada abad ke-19 ditandai dengan kemajuan industri yang sangat pesat, sehingga sebagai akibatnya timbullah Revolusi Prancis. Pada abad ini perkembangan industri telah mampu membawa kemajuan dalam bidang-bidang yang lain dalam kehidupan yang lainnya. Kemajuanya membawa akibat terhadap kemajuan ekonomi, kesehatan, kesejahteraan, pendidikan. Pada abad inilah muncul cabang cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu-ilmu sosial yang antara lain sosiologi, ekonomi, sejarah, jurnalistik, kemanusiaan dan ilmu-ilmu kemasyarakatan.
2.3 Pandangan islam tentang IPTEK dan seni
            IPTEK dan seni adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan dari dalam diri seorang manusia karena kedua hal ini selalu hidup berdampingan dan setiap saat pasti dibutuhkan oleh manusia. Dari tahun ke tahun perkembangan IPTEK dan seni selalu mengalami perubahan yang amat sangat besar. Perkembangan IPTEK sendiri merupakan hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas dan mengembangkan IPTEK. Sedangkan seni sendiri memilki peran utama dalam membangun masyarakat yang berjiwa kreatif dan inovatif. Dalam hal ini peran agama sangat diperlukan untuk membuat benteng pertahanan guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Agama yang dimaksud di sini, adalah agama Islam yaitu agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur segala hubungan manusia dengan Penciptanya.
            Berbicara tentang IPTEK sangatlah menarik. Coba lihatlah disekeliling Anda, betapa banyaknya barang-barang yang dari zaman ke zaman selalu berubah, dari yang tradisional menjadi semakin modern. Itulah akibat dari kemajuan zaman. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat istimewa kenapa demikian? Karena manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang diberi akal dan pikiran itulah yang menyebabkan manusia selalu menciptakan sesuatu yang baru. IPTEK sendiri memilki berbagai manfaat, misalnya saja dalam bidang pendidikan, budaya, ekonomi, politik, sosial, hukum, dan lain-lain. Namun, selain memilki manfaat IPTEK juga dapat merugikan bagi si penggunanya. Misalnya saja, internet yang semakin mudah dijangkau jaringannya. Tak perlu lagi repot-repot pergi ke warnet karena dengan menggunakan HP saja sudah dapat dengan mudahnya mencari informasi yang diinginkan. Akan tetapi, banyak yang menyalahgunakannya untuk mengakses situs-situs yang berbau porno. Apalagi sekarang ini banyak anak-anak yang sudah mahir dalam menggunakan internet, hal itu dapat membahayakan kondisi jiwa si anak tersebut kelak jika ia tumbuh dewasa. Allah sangat melarang keras bagi setiap hambaNya yang berbuat sedemikian rupa karena hal tersebut akan membuat bumerang tersendiri kedepannya.
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an memilki bahasa yang sangat indah, sehingga para sastrawan arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah berhadapan dengan keindahan sastranya, keunggulan pola redaksinya, spesifikasi irama, serta alur bahasanya, hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir. Saat  membaca Al-Qur’an kita akan merasakan atmosfer yang berbeda, apalagi jika kita melantungkan Al-Qur’an dengan tajwid dan nada tilawah yang benar serasa sejuk dalam hati dan pikiran. Oleh karena itu, manusia menyukai kesenian sebagai representasi dari fitrahnya mencintai keindahan. Namun bagaimana dengan fenomena yang terjadi sekarang yang terang-terangan mempertontonkan gambar-gambar  senonoh yang terkadang justru diklaim sebagai seni oleh sebagian orang semakin marak menjadi konsumsi publik.
Bukan hanya itu saja, sekarang ini banyak musisi yang sering menciptakan lagu tentang cinta. Jikalau kata-kata dalam nyanyian itu merupakan perkataan-perkataan yang tidak berguna bahkan menyesatkan manusia dari jalan Allah, maka haram nyanyian tersebut. Lagu-lagu yang bisa membuat manusia terlena dan mengkhayalkan hal-hal yang negatif maka lagu tersebut haram hukumnya untuk didengarkan.
Sebenarnya seni itu amatlah sederhana, namun bila diolah dengan perasaan yang tulus dan pikiran yang positif maka seni tersebut akan sangat indah. Akan tetapi jika seni tersebut terlepas dari nilai-nilai ketuhanan maka nilai kesenian tersebut tidak akan abadi karena ukurannya adalah nafsu belaka. Oleh karena itu seni yang seperti itu akan merusak moral dan pikiran seseorang.

2.3 Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Akibat Adanya IPTEK dan Seni dalam Islam
Tak dapat dipungkiri lagi di era globalisasi ini kemajuan IPTEK dan seni tumbuh dengan pesatnya. Ada keuntungan dan kerugian akibat adanya IPTEK dan seni dalam islam. Berikut adalah keuntungan dan kerugiannya.
a.      Keuntungan
1.   Memberikan kemakmuran bagi manusia
            Dengan adanya IPTEK dan seni manusia telah menciptakan berbagai penemuan. Misalnya saja: Teknik modern, teknologi gedung dan teknologi hutan. Kemudahannya antara lain: Teknik modern yang diterapkan dalam pembuatan bendungan. Teknik hutan, dengan teknik tersebut manusia mampu memanfaatkan hutan secara maksimal. Adapun hasil penerapannya antara lain: industri kayu lapis, pembuatan kertas , obyek pariwisata dan sebagainya.
2. Dapat menciptakan alat-alat yang canggih
Manusia menciptakan alat-alat yang serba canggih ini memiliki tujuan agar manusia itu lebih efektif dan efisien dalam mengerjakan pekerjaannya. Sebagai contoh pembuatan alat pertanian berupa traktor, alat pemotong, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama oleh manusia. Pembuatan alat tersebut untuk mempermudahkan petani dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam bidang kesehatan antara lain: manusia mampu menciptakan obat-obat untuk mengatasi berbagai penyakit.
3. Memberantas kebodohan
Dengan adanya IPTEK dan seni yang semakin maju dari tahun ke tahun, berbagai macam informasi serasa mudah untuk didapatkan.

b.      Kerugian
1. Nuklir
Munculnya teknologi nuklir jika disalah gunakan akan membahayakan manusia. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktor-reaktor atom. Disamping akan berefek langsung juga akan berefek tidak langsung terhadap manusia. Efek tidak langsung yang diakibatkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur  zat serta pola reaksi kimia, sehingga akan merusak sel tubuh. Apabila terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan mutasi gen yang berakibat kanker. Sebagai contoh meledaknya bom hirosima dan Nagasaki di jepang telah memporak porandakan Negara tersebut. Korban berjatuhan serta pengaruh radiasi yang mungkin masih dapat dirasakan.
2. Polusi
Polutan atau sering dikenal dengan istilah polusi dapat merusak lingkungan. Pencemaran yang berkaitan erat dengan aktivitas manusia dapat terjadi pada pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran suara, dan pencemaran tanah.
a) Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh pembakaran pabrik yang tidak sempurna, misal minyak dan batu bara. Bahkan rokok juga merupakan polutan, baik bagi perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Pencemaran udara juga dapat menyebabkan efek  rumah kaca yaitu rusaknya lapisan ozon,  sehingga jika lapisan ozon telah rusak, maka sinar ultra violet akan membahayakan manusia. Pencemaran udara bahkan dapat menyebabkan pemanasan global.
b) Pencemaran Air
Pencemaran air berasal dari limbah industri berupa zat kimia, sampah plastik dan yang lainnya. Apabila zat yang berasal dari bahan kimia tersebut berhasil masuk dalam tubuh manusia, maka akan membahayakan bagi manusia itu sendiri.
c) Pencemaran Suara
Pencemaran berupa suara akan mampu merusak kesehatan manusia. Gangguan yang ditimbulkan oleh suara akan menganggu sistem pendengaran manusia. Selanjutnya akan merusak sistem yang lainnya misal, perubahan tekanan darah, denyut nadi , gangguan jantung, dan  strees serta gangguan yang lainnya.


3.Pencemaran Sosial Budaya
Perkembangan teknologi terutama di kota besar akan berdampak buruk terhadap masyarakat dipedesaan. Dampak yag dapat ditimbulkan akibat pencemaran sosial budaya akan menjadikan masyarakat desa menjadi konsumtif, urbanisasi yang tidak terkendali, perubahan gaya hidup, meningkatnya kriminalitas dan sebagainya.
4. Kloning
Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang genetika dan biologi telah berhasil menciptakan proses kloning. Proses rekayasa duplikasi manusia secara sexual dengan klonasi. Tujuannya tidak lain membentuk anak baru, melalui proses kloning atau tanpa pembuahan dari laki-laki dan perempuan yang merupakan pasangannya. Munculnya klonasi ini pun mendapat pertentangan dari pihak agama karena dianggap telah menyalahi kodrat manusia.
2.4 Tanggung Jawab Orang yang Beriman Terhadap Perkembangan IPTEK dan Seni      dalam Islam
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna karena manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dianugerahi potensi-potensi yang paling utama yaitu akal yang berfungsi untuk berfikir dan hasilnya antara lain IPTEK dan seni. Dengan adanya akal manusia juga dituntut untuk membekali dirinya dengan ilmu. Ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, akan mendatangkan kebaikan  bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Allah berjanji dalam firmanNya:Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu (Al-Mujadalah,58:11). Al-Gozali mengatakan keutamaan orang yang berilmu sebagai berikut : Barang siapa berilmu, membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagaikan matahari dan minyak kasturi. Orang yang berilmu itu sangat dimuliakan Allah, karena itu umat Islam diwajibkan menuntut ilmu sepanjang hayatnya (Al-Hadits). Orang yang beriman dan berilmu dijamin oleh Allah akan ditinggikan derajatnya, bahkan tidurnya orang yang berilmu itu lebih utama daripada ibadahnya orang bodoh. (QS.58:11). Di antara yang lebih berhak untuk dijadikan sebagai pemimpin adalah mereka yang lebih tinggi ilmunya  (Q.S. 2:247). Orang yang berilmu merupakan salah satu pilar dalam tegaknya kehidupan dunia (Al-Hadits). Orang yang paling takut kepada Allah adalah orang yang berilmu (Q.S. 35:28). Manusia diangkat sebagai khalifah Allah adalah karena ilmunya  (Q.S. 2:30-32). Ibadah yang diterima Allah adalah yang dilakukan atas dasar iman dan ilmu yang benar  (Al-Hadits). Sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang  memimpin peradaban adalah yang lebih unggul dalam penguasaan dan penerapan IPTEK.
Ada yang mengatakan bahwa orang yang beriman pasti berilmu dan orang yang berilmu belum tentu beriman, hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya ilmu bagi orang yang beriman. Seseorang yang beriman memiliki tanggung jawab yang besar terhadap ilmu yang dimilikinya karena dengan ilmu yang dimilikinya ia dapat menyalurkan ilmunya pada orang lain yang membutuhkan. Orang yang berilmu harus mampu mendorong orang awam untuk bisa bersama-sama mencegah terjadinya kerusakan, baik kerusakan moral maupun lingkungan.
Sementara dalam bidang seni, orang yang beriman memiliki peranan khusus dalam menjaring karya seni untuk dijadikan sebagai media dakwah karena hal tersebut berguna sekali dalam menyerukan kebenaran dan menjauhkan diri dari kerusakan. Berbicara tentang IPTEK dan seni dalam islam tidak terlepas dari keuntungan dan kerugiannya bagi kehidupan bermasyarakat. 













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
IPTEK adalah proses pencapaian segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra sehingga memperoleh kejelasan yang kemudian diterapkan secara praktis ke dalam pengetahuan yang objektif.Sementara itu Seni adalah hasil ungkapan akal budi serta ekspresi jiwa manusia dengan segala prosesnya kemudian membentuknya ke dalam sebuah karya. Kedua hal ini akan membentuk manusia yang berjiwa adil dan bijaksana terhadap sesamanya. Dan apabila manusia tersebut memiliki moral yang baik maka dalam kehidupannya pun akan dapat membentuk kehidupan yang harmonis dan selaras dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan apabila kedua hal tersebut melenceng dari nilai-nilai agama maka yang terjadi adalah lepasnya keimanan dan ketakwaan yang ada dalam diri manusia dan tidak akan memilki manfaat bagi kehidupannya. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa IPTEK dan seni mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan bermasyarakat terutama dari segi religi.Islam selalu mengajarkan kebaikan-kebaikan bagi para pemeluknya.
B.     Saran – saran
Sebagai seorang muslim hendaknya kita harus memiliki pegangan atau pedoman yang kuat untuk mengendalikan berbagai macam perubahan-perubahan yang semakin tumbuh cepat karena hal ini juga akan berpengaruh pada kepribadian hidup manusia. Selain itu, Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu dan amarah. Karena pada dasarnya Manusia mendapat amanah dari Allah sebagai khalifah untuk memelihara alam, agar terjaga kelestariannya dan potensinya untuk kepentingan umat manusia. Oleh karena itu perlunya keimanan sebagai pelengkap ilmu dalam penerapannya bukan hanya menghasilkan keuntungan satu sisi saja.


DAFTAR PUSTAKA

Effendi, R dan Malihah, E. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : CV Yasindo Multi Aspek dan Value Press .
Tim Sosiologi. (2004). Sosiologi. Jakarta : Yudhistira.
Ida.R. (2009). Perkembangan Teknologi Komunikasi.[Online]. Tersedia : http://ft.wisnuwardhana.ac.id  (20 Mei 2010).
International Webster’s Dictionary dalam Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK, Tahun 2003
Quraish Shihab, 1996

           













Tidak ada komentar:

Posting Komentar