Rabu, 26 November 2014

kulit telur ayam sebaga obat



MAKALAH
“PENGOLAHAN KULIT TELUR AYAM
UNTUK OBAT LUKA”
Disusun untuk melengkapi tugas
Mata kuliah Bahasa Indonesia




 


images (2).jpg










           Oleh Kelompok 3 :
Manggarasari S.P                   : 23010114120039
Achmad Kadri                        : 23010114120040
Volimania M.A                        : 23010114120041
Firman P.                                 : 23010114120023
Kelas                                         : A
program studi                          : Peternakan



FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014
 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Kebutuhan telur di sekitas kampus undip tembalang sangatlah tinggi, hal ini bila kita cermati pada adanya rumah makan di sekitar kampus undip tembalang dari yang kelas menengah hingga kelas atas semuanya membutuhkan akan kosumsi telur dalam keseharianya, tidak hanya itu kebutuhan gizi para mahasiswa juga ditentukan dengan konsumsi makanannya. Namun dibalik kebutuhan telur di wilayah kampus undip Tembalang ada yang terlupakan dalam telur yaitu kulit telur atau cangkang telur. Bila kita amati setiap harinya kebutuhan telur di kampus Undip Tembalang kurang lebih mencapai 1 ton berarti ada kurang lebih 1 ton kulit telur yang tak terpakai. Manusia adalah makhluk yang mempunyai keharusan untuk memenuhi kebutuhan akan sandang, papan, dan pangan. Di setiap pemenuhan, manusia meninggalkan sampah yang dibuang begitu saja, seperti sampah dari pembuatan pakaian, sampah dari pembuatan rumah, yang berupa kaleng bekas cat, hingga serbuk kayu yang berserakan. Bukan hanya itu, manusia yang setiap hari makan makanan, guna memenuhi kebutuhan energi pun tak luput dari sampah yang terbuang sia-sia. Kulit telur misalnya.Telur adalah bahan makanan yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan akan protein. Berton-ton telur dikonsumsi setiap harinya dan berton-ton kulit telur pun dibuang setiap harinya. Telur merupakan bakal bayi dari hewan ovivar yang didalamnya terbagi atas kuning telur dan putih telur.Kuning atau pun putih telur merupakan bagian telur yang dikonsumsi. Karena dibagian inilah protein terkandung. Jadi, tak heran jika kebanyakan orang hanya memanfaatkan isinya dan membuang kulitnya.Kulit telur merupakan bagian telur yang tersusun atas CaCO3, yaitu suatu zat yang dapat menjadikan struktur kulit telur menjadi kuat serta zat lainnya yang ternyata mempunyai kemampuan dalam membantu kinerja trombosit, yaitu sel darah yang berfungsi di dalam proses pembekuan darah, sehingga mencegah pendarahan ketika seseorang terluka. Pada ksempatan kali ini penulis akan mengkaji secara keilmuan bagaimana kulit telur membantu kinerja trombosit serta kandungan apa yang terdapat didalamnya.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, Permasalahan dalam penelitian ini adalah
1.      Bagaimana kandungan dari kulit telur yang dapat menyembuhkan luka ?
2.      Bagaimanakah kulit telur dapat membantu kinerja trombosit ?
3.      Kandungan yang dibutuhkan untuk luka gores, bagaimana peranan yang dilakukan kulit telur ?





1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah
1.      Mengetahui kandungan dari kulit telur yang dapat menyembuhkan luka.
2.      Mengetahui kulit telur dapat membantu kinerja trombosit.
3.      Mengetahui Kandungan yang dibutuhkan untuk luka gores, bagaimana peranan yang dilakukan kulit telur.
1.4  Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis melakukan pengamatan terhadap berbagai warung makan yang terdapat di kampus undip Tembalang, untuk menambah referensi dalam penulis makalah, penuls mencari literatur di perpustakaan dan media masa seperti internet










BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Kandungan Kulit Telur
Kulit telur merupakan lapisan luar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau kerusakan. Kulit telur ayam tersusun atas senyawa protein sederhana yang berupa albumin dan memiliki struktur yang kuat. Di dalam kulit telur ayam terkandung logam mineral anorganik yang berupa Ca. Kulit telur kering mengandung sekitar 95%  kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram.
Sementara itu, Hunton (2005) melaporkan bahwa kulit telur terdiri atas 97% kalsium karbonat. Selain itu, rerata dari kulit telur mengandung 3% fosfor dan 3% terdiri atas magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga (Butcher dan Miles, 1990) Cangkang telur Atau Kulit Telur merupakan lapisan luar dari telur yang  berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau kerusakan (Anonim, 2003). Bila dilihat dengan mikroskop maka kulit telur terdiri dari 4 lapisan yaitu:
1. Lapisan kutikula Lapisan kutikula merupakan protein transparan yang melapisi permukaan kulit telur. Lapisan ini melapisi pori-pori pada kulit telur, tetapi sifatnya masih dapat dilalui gas sehingga keluarnya uap air dan gas CO2 masih dapat terjadi.
2. Lapisan busa Lapisan ini merupakan bagian terbesar dari lapisan kulit telur. Lapisan ini terdiri dari protein dan lapisan kapur yang terdiri dari kalsium karbonat, kalsium fosfat, magnesium karbonat dan magnesium fosfat.
 3. Lapisan mamilary Lapisan ini merupakan lapisan ketiga dari kulit telur yang terdiri dari lapisan yang berbentuk kerucut dengan penampang bulat atau lonjong. Lapisan ini sangat tipis dan terdiri dari anyaman protein dan mineral.
 4. Lapisan membrane Merupakan bagian lapisan kulit telur yang terdalam. Terdiri dari dua lapisan selaput yang menyelubungi seluruh isi telur. Tebalnya lebih kurang 65 mikron (Nasution, 1997). Komposisi kimia dari kulit telur terdiri dari protein 1,71%, lemak 0,36%, air 0,93%, serat kasar 16,21%, abu 71,34% (Nasution, 1997).
 Berdasarkan hasil penelitian, serbuk kulit telur ayam mengandung kalsium sebesar 401±7,2 gram atau sekitar 39% kalsium, dalam bentuk kalsium karbonat (Schaafsma, 2000). Kalsium karbonat adalah garam kalsium yang terdapat pada kapur, batu kapur, pualam dan merupakan komponen utama yang terdapat pada kulit telur (Soine, 1961). Kalsium karbonat berupa serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa, stabil di udara. Praktis tidak larut dalam air, kelarutan dalam air meningkat dengan adanya sedikit garam amonium atau karbon dioksida. Larut dalam asam nitrat dengan membentuk gelembung gas. Salah satu sifat kimia dari kalsium karbonat yaitu dapat menetralisasi asam. Penggunaan kalsium karbonat dalam bidang farmasi adalah sebagai antasida karena kemampuannya dalam menetralisir asam, namun kalsium karbonat dapat menyebabkan konstipasi (Soine, 1961)
2.2  Kandungan yang di Butuhkan kulit untuk luka
2.2.1        Luka gores pada kulit
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh atau Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit  (Taylor, 1997). Luka adalah kerusakan yang berkelanjutan pada kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain (Kozier, 1995). Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia,  ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan (R. Sjamsu Hidayat, 1997). Luka adalah  terganggunya (disruption) integritas normal dari kulit dan jaringan di bawahnya yang terjadi secara tiba – tiba atau disengaja, tertutup atau terbuka, bersih atau terkontaminasi, superfisial atau dalam (menurut Koiner dan Taylan) Untuk  menghentikan luka, terdapat proses pembekuan darah. Berbagai jenis luka ringan : Luka sayat merupakan luka yang diakibatkan oleh benda tajam. Luka sayat ini dapat menyebabkan perdarahan. Tingkat keparahannya dapat terlihat oleh jenis benda yang menyebabkan luka sayat tersebut. Luka lecet merupakan jenis luka yang menyebabkan sebagian kulit mengelupas. Pada umunya luka lecet tidak menyebabkan perdarahan. Penyebab yang biasanya mengakibatkan terjadinya luka lecet adalah karena terjatuh atau terpeleset. Luka gores merupakan luka yang disebabkan akibat goresan suatu benda yang sedikit tajam, seperti kuku.


2.2.2 Proses Pembekuan Darah
Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca²+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. Trombin yang terbentuk akan mengubah firbrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah. Coba kita bayangkan, apabila fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunya akan terjadi banyak penyumbatan darah yang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita


 








2.2.3 Hubungan Kulit Telur dan Obat Luka
cangkang telur mengandung kalsium. Kalsium dapat  membantu mempercepat darah membeku. Kalsium membantu Protombin membentuk benang-benang Fibrin  ketika luka mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita, maka, Trombosit pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase atau Tromboplastin. Enzim segera bergabung dengan kalsium untuk membekukan darah dengan membentuk benang-benang Fibrin. Dengan tambahan kalsium dari cangkang telur, pembekuan semakin cepat karena sebelumnya dalam tubuh manusia terdapat kalsium juga Kalsium tubuh kita dengan kalsium dari cangkang telur, mempercepat pembekuan darah.

2.2.4        Proses Pembuatan Obat Luka dengan Kulit Telur
Pertama siapkan alat dan bahan terlebh dahulu, yaitu blender, sendok, dan wadah, jangan lupa yang paling utama adalah kulit telur ayam. Kemudian lanhkah pertama dalam pembuatan kulit telur untuk membuat obat luka, ambilah satu atau dua butir kulit telur, pisahkan isi telur dari kulitnya. Kemudian cucilah kulit telur  dengan air hingga bersih. Setelah dicuci masukan kulit telur ke dalam blender untuk dapat dihaluskan secara merata, setelah halus angkat dengan sendok kulit telur yang telah menjadi bubuk tersebut dan oleska pada luka yang terkena kulit.
2.2.5        Keuntungan Menggunakan Kulit Telur untuk Obat Luka
Keuntungan yang bisa diambil dari pemakaian kulit telur ayam adalah mengurangi limbah kulit telur karena Kulit telur mempunyai komposisi utama CaCO3 yang akan menjadi limbah dan bisa menyebabkan polusi karena aktivitas mikroba di lingkungan. Dan juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka lebih cepat daripada obat luka biasa. Serta menghemat biaya karena hanya menggunakan bahan sederhana.












BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Kulit telur ayam tersusun dari senyawa protein dan Ca. Kulit telur ayam juga mengandung Ca dan albumin sehingga dapat membantu proses pembekuan darah. kulit telur dapat dijadikan sebagai obat luka karena dapat membantu pembekuan darah. pemanfaatan kulit telur ini dapat mengurangi limbah akibat kulit telur yang banyak yang tak terpakai.
3.2  Saran-Saran
Saran yang hendak penulis sampaikan adalah Pembaca diharapkan dapat mempraktekan pembuatan obat sesuai dengan keterangan yang ada. Cara ini akan menimbulkan rasa sangat perih namun hanya sebentar saja.






DAFTAR PUSTAKA
Hunton .2005.Kandungan Telur.Gramedia: jakarta
Butcher dan Miles.1990.imu gizi.Gramedia: jakarta
Nasution.1997.kebutuhan tubuh.Gramedia: jakarta
Schaafsma.2000.makanan dan minuman.Gramedia: jakarta
Soine.1961.Kebutuhan manusia.Gramedia: jakarta
Taylor.1997.manfaat lngkungan.Gramedia: jakarta
R. Sjamsu Hidayat.1997.Kandungan Telur.Gramedia: jakarta
Anggorodi.1987. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT Gramedia:Jakarta
Rasyaf, M.1989.Beternak Ayam Petelur.PenebarSwadaya:Yogyakarta.
Esso.A,Mappigau.P.2011.Analisis Strategi Pemasaran Telur Pada Peternakan Ayam Ras Petelur. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Jurnal AGRIBISNIS  Vol. X (3)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar