“PENGOLAHAN
KULIT TELUR AYAM
UNTUK OBAT LUKA”
Disusun
untuk melengkapi tugas
Mata
kuliah Bahasa Indonesia
Oleh Kelompok 3 :
Manggarasari S.P :
23010114120039
Achmad Kadri :
23010114120040
Volimania M.A :
23010114120041
Firman P. :
23010114120023
Kelas :
A
program studi :
Peternakan
FAKULTAS
PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS
DIPONEGORO
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kebutuhan telur
di sekitas kampus undip tembalang sangatlah tinggi, hal ini bila kita cermati
pada adanya rumah makan di sekitar kampus undip tembalang dari yang kelas
menengah hingga kelas atas semuanya membutuhkan akan kosumsi telur dalam
keseharianya, tidak hanya itu kebutuhan gizi para mahasiswa juga ditentukan
dengan konsumsi makanannya. Namun dibalik kebutuhan telur di wilayah kampus
undip Tembalang ada yang terlupakan dalam telur yaitu kulit telur atau cangkang
telur. Bila kita amati setiap harinya kebutuhan telur di kampus Undip Tembalang
kurang lebih mencapai 1 ton berarti ada kurang lebih 1 ton kulit telur yang tak
terpakai. Manusia adalah makhluk yang mempunyai keharusan untuk memenuhi
kebutuhan akan sandang, papan, dan pangan. Di setiap pemenuhan, manusia
meninggalkan sampah yang dibuang begitu saja, seperti sampah dari pembuatan
pakaian, sampah dari pembuatan rumah, yang berupa kaleng bekas cat, hingga
serbuk kayu yang berserakan. Bukan hanya itu, manusia yang setiap hari makan
makanan, guna memenuhi kebutuhan energi pun tak luput dari sampah yang terbuang
sia-sia. Kulit telur misalnya.Telur adalah bahan makanan yang digunakan manusia
untuk memenuhi kebutuhan akan protein. Berton-ton telur dikonsumsi setiap harinya
dan berton-ton kulit telur pun dibuang setiap harinya. Telur merupakan bakal
bayi dari hewan ovivar yang didalamnya terbagi atas kuning telur dan putih
telur.Kuning atau pun putih telur merupakan bagian telur yang dikonsumsi.
Karena dibagian inilah protein terkandung. Jadi, tak heran jika kebanyakan
orang hanya memanfaatkan isinya dan membuang kulitnya.Kulit telur merupakan
bagian telur yang tersusun atas CaCO3, yaitu suatu zat yang dapat menjadikan
struktur kulit telur menjadi kuat serta zat lainnya yang ternyata mempunyai
kemampuan dalam membantu kinerja trombosit, yaitu sel darah yang berfungsi di
dalam proses pembekuan darah, sehingga mencegah pendarahan ketika seseorang
terluka. Pada ksempatan kali ini penulis akan mengkaji secara keilmuan bagaimana
kulit telur membantu kinerja trombosit serta kandungan apa yang terdapat
didalamnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang permasalahan diatas, Permasalahan dalam penelitian ini adalah
1. Bagaimana
kandungan dari kulit telur yang dapat menyembuhkan luka ?
2. Bagaimanakah
kulit telur dapat membantu kinerja trombosit ?
3. Kandungan
yang dibutuhkan untuk luka gores, bagaimana peranan yang dilakukan kulit telur
?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah
1. Mengetahui
kandungan dari kulit telur yang dapat menyembuhkan luka.
2. Mengetahui
kulit telur dapat membantu kinerja trombosit.
3. Mengetahui
Kandungan yang dibutuhkan untuk luka gores, bagaimana peranan yang dilakukan
kulit telur.
1.4 Metode Penulisan
Dalam
penulisan makalah ini penulis melakukan pengamatan terhadap berbagai warung
makan yang terdapat di kampus undip Tembalang, untuk menambah referensi dalam
penulis makalah, penuls mencari literatur di perpustakaan dan media masa
seperti internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kandungan Kulit Telur
Kulit telur
merupakan lapisan luar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur
dari luka atau kerusakan. Kulit telur ayam tersusun atas senyawa protein
sederhana yang berupa albumin dan memiliki struktur yang kuat. Di dalam kulit
telur ayam terkandung logam mineral anorganik yang berupa Ca. Kulit telur
kering mengandung sekitar 95% kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram.
Sementara
itu, Hunton (2005) melaporkan bahwa kulit telur terdiri atas 97% kalsium
karbonat. Selain itu, rerata dari kulit telur mengandung 3% fosfor dan 3%
terdiri atas magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga
(Butcher dan Miles, 1990) Cangkang telur Atau Kulit Telur merupakan lapisan luar
dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian telur dari luka atau
kerusakan (Anonim, 2003). Bila dilihat dengan mikroskop maka kulit telur
terdiri dari 4 lapisan yaitu:
1. Lapisan
kutikula Lapisan kutikula merupakan protein transparan yang melapisi permukaan
kulit telur. Lapisan ini melapisi pori-pori pada kulit telur, tetapi sifatnya
masih dapat dilalui gas sehingga keluarnya uap air dan gas CO2 masih dapat
terjadi.
2. Lapisan
busa Lapisan ini merupakan bagian terbesar dari lapisan kulit telur. Lapisan
ini terdiri dari protein dan lapisan kapur yang terdiri dari kalsium karbonat,
kalsium fosfat, magnesium karbonat dan magnesium fosfat.
3. Lapisan mamilary Lapisan ini merupakan
lapisan ketiga dari kulit telur yang terdiri dari lapisan yang berbentuk
kerucut dengan penampang bulat atau lonjong. Lapisan ini sangat tipis dan
terdiri dari anyaman protein dan mineral.
4. Lapisan membrane Merupakan bagian lapisan
kulit telur yang terdalam. Terdiri dari dua lapisan selaput yang menyelubungi
seluruh isi telur. Tebalnya lebih kurang 65 mikron (Nasution, 1997). Komposisi
kimia dari kulit telur terdiri dari protein 1,71%, lemak 0,36%, air 0,93%,
serat kasar 16,21%, abu 71,34% (Nasution, 1997).
Berdasarkan hasil penelitian, serbuk kulit
telur ayam mengandung kalsium sebesar 401±7,2 gram atau sekitar 39% kalsium,
dalam bentuk kalsium karbonat (Schaafsma, 2000). Kalsium karbonat adalah garam
kalsium yang terdapat pada kapur, batu kapur, pualam dan merupakan komponen
utama yang terdapat pada kulit telur (Soine, 1961). Kalsium karbonat berupa
serbuk, putih, tidak berbau, tidak berasa, stabil di udara. Praktis tidak larut
dalam air, kelarutan dalam air meningkat dengan adanya sedikit garam amonium
atau karbon dioksida. Larut dalam asam nitrat dengan membentuk gelembung gas.
Salah satu sifat kimia dari kalsium karbonat yaitu dapat menetralisasi asam.
Penggunaan kalsium karbonat dalam bidang farmasi adalah sebagai antasida karena
kemampuannya dalam menetralisir asam, namun kalsium karbonat dapat menyebabkan
konstipasi (Soine, 1961)
2.2 Kandungan yang di Butuhkan kulit untuk
luka
2.2.1
Luka
gores pada kulit
Luka adalah
hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh atau Luka adalah rusaknya
kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan
yang rusak atau hilang. Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada
kulit (Taylor, 1997). Luka adalah kerusakan yang berkelanjutan pada
kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain (Kozier, 1995). Luka
adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma
benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan
listrik atau gigitan hewan (R. Sjamsu Hidayat, 1997). Luka adalah
terganggunya (disruption) integritas normal dari kulit dan jaringan di bawahnya
yang terjadi secara tiba – tiba atau disengaja, tertutup atau terbuka, bersih
atau terkontaminasi, superfisial atau dalam (menurut Koiner dan Taylan)
Untuk menghentikan luka, terdapat proses pembekuan darah. Berbagai jenis
luka ringan : Luka sayat merupakan luka yang diakibatkan oleh benda tajam. Luka
sayat ini dapat menyebabkan perdarahan. Tingkat keparahannya dapat terlihat
oleh jenis benda yang menyebabkan luka sayat tersebut. Luka lecet merupakan
jenis luka yang menyebabkan sebagian kulit mengelupas. Pada umunya luka lecet
tidak menyebabkan perdarahan. Penyebab yang biasanya mengakibatkan terjadinya
luka lecet adalah karena terjatuh atau terpeleset. Luka gores merupakan luka
yang disebabkan akibat goresan suatu benda yang sedikit tajam, seperti kuku.
2.2.2 Proses Pembekuan Darah
Kulit terluka menyebabkan
darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian
menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit
akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut trombokinase. Trombokinase akan
masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif
yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca²+) di
dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah
yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang
dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. Trombin yang
terbentuk akan mengubah firbrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya
benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak
mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah.
Coba kita bayangkan, apabila fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa
adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunya akan terjadi banyak penyumbatan
darah yang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita
![]() |
2.2.3 Hubungan Kulit Telur dan Obat
Luka
cangkang telur
mengandung kalsium. Kalsium dapat membantu mempercepat darah membeku.
Kalsium membantu Protombin membentuk benang-benang Fibrin ketika luka
mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita, maka, Trombosit pecah dan
mengeluarkan enzim Trombokinase atau Tromboplastin. Enzim segera bergabung
dengan kalsium untuk membekukan darah dengan membentuk benang-benang Fibrin.
Dengan tambahan kalsium dari cangkang telur, pembekuan semakin cepat karena
sebelumnya dalam tubuh manusia terdapat kalsium juga Kalsium tubuh kita dengan
kalsium dari cangkang telur, mempercepat pembekuan darah.
2.2.4
Proses
Pembuatan Obat Luka dengan Kulit Telur
Pertama siapkan
alat dan bahan terlebh dahulu, yaitu blender, sendok, dan wadah, jangan lupa
yang paling utama adalah kulit telur ayam. Kemudian lanhkah pertama dalam
pembuatan kulit telur untuk membuat obat luka, ambilah satu atau dua butir
kulit telur, pisahkan isi telur dari kulitnya. Kemudian cucilah kulit telur dengan air hingga bersih. Setelah dicuci
masukan kulit telur ke dalam blender untuk dapat dihaluskan secara merata,
setelah halus angkat dengan sendok kulit telur yang telah menjadi bubuk
tersebut dan oleska pada luka yang terkena kulit.
2.2.5
Keuntungan
Menggunakan Kulit Telur untuk Obat Luka
Keuntungan yang
bisa diambil dari pemakaian kulit telur ayam adalah mengurangi limbah kulit
telur karena Kulit telur mempunyai komposisi utama CaCO3 yang akan menjadi
limbah dan bisa menyebabkan polusi karena aktivitas mikroba di lingkungan. Dan
juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka lebih cepat daripada obat luka
biasa. Serta menghemat biaya karena hanya menggunakan bahan sederhana.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Kulit telur ayam tersusun
dari senyawa protein dan Ca. Kulit telur ayam juga mengandung Ca dan albumin
sehingga dapat membantu proses pembekuan darah. kulit telur dapat dijadikan
sebagai obat luka karena dapat membantu pembekuan darah. pemanfaatan kulit
telur ini dapat mengurangi limbah akibat kulit telur yang banyak yang tak
terpakai.
3.2 Saran-Saran
Saran
yang hendak penulis sampaikan adalah Pembaca diharapkan dapat mempraktekan
pembuatan obat sesuai dengan keterangan yang ada. Cara ini akan menimbulkan
rasa sangat perih namun hanya sebentar saja.
DAFTAR PUSTAKA
Hunton .2005.Kandungan Telur.Gramedia: jakarta
Butcher dan Miles.1990.imu gizi.Gramedia: jakarta
Nasution.1997.kebutuhan tubuh.Gramedia:
jakarta
Schaafsma.2000.makanan dan minuman.Gramedia:
jakarta
Soine.1961.Kebutuhan manusia.Gramedia:
jakarta
Taylor.1997.manfaat lngkungan.Gramedia: jakarta
R. Sjamsu Hidayat.1997.Kandungan Telur.Gramedia: jakarta
Anggorodi.1987.
Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT Gramedia:Jakarta
Rasyaf, M.1989.Beternak
Ayam Petelur.PenebarSwadaya:Yogyakarta.
Esso.A,Mappigau.P.2011.Analisis
Strategi Pemasaran Telur Pada Peternakan Ayam Ras Petelur. Fakultas
Peternakan Universitas Hasanuddin. Jurnal AGRIBISNIS Vol. X (3)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar